Perdalam Maknanya Jangan Mendarat Di Bibir

rukun islam

Agama adalah satu hal yang akan menjadi pegangan ketika manusia hidup dan sebagai bekal kehidupan kelak setelahnya. Agama Islam sendiri merupakan agama yang dibawa dengan misi perdamaian yang merupakan rahmatanlila’lamin rahmat bagi seluruh alam. Agama ini tak hanya sebatas agama saja karena untuk bisa dikatakan Islam maka kita harus bisa mengetahui dasar fondasi dari agama ini yaitu rukun iman dan juga rukun Islam. Mengetahui rukun ini bukan hanya mendarat di bibir saja karena harus diperdalam maknanya agar tak sebatas dihafal secara verbal dan juga diingat. Sehingga semua makna rukun iman dan rukun Islam harus diperdalam dan juga ditekankan dalam hati masing-masing. Lalu, apa saja makna rukun ini dalam agama Islam?

Makna Rukun Iman Dan Rukun Islam Secara Mendalam

Makna rukun iman dan rukun Islam ini diibaratkan seperti tiang yang menyangga kuat agama atau dijadikan sebagai fondasi sebuah bangunan. Rukun iman diartikan sebagai keyakinan atau kepercayaan dalam diri kita sebagai Islam yang harus percaya, dan juga benar yakin ada jika Allah, Malaikat, Kitab Allah, Rasul Allah, percaya hari akhir, serta percaya Qodho dan Qadhar Allah. Semua itu harus bisa ditanamkan dalam hati bukan hanya sekedar hafalan dan juga janji yang mendarat di lisan saja.

Selain itu, makna rukun iman dan rukun Islam ini juga harus dilaksanakan sesuai aturan. Rukun Islam telah membuat rukun yang harusnya diyakini dalam hati jika Allah itu Esa serta Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah. Serta melaksanakan semua kewajiban yang tertuang dalam rukun Islam seperti zakat bagi mereka yang hartanya telah memenuhi nishab, melaksanakan puasa wajib, serta melakukan ibadah ke Tanah Suci atau yang biasa dikenal dengan ibadah haji sebagai penyempurnaan rukun Islam mereka. Semuanya baik rukun iman atau pun rukun Islam harus dimaknai secara mendalam dan tak bisa dipisahkan antara satu bagian dengan bagian lain karena cacat yang satu, maka akan berakibat pada semuanya. Jadi, pupuk iman dan Islam kita sejak dini.